Kamis, 08 Oktober 2015

Manusia Sebagai Makhluk Individu & Sosial



ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR



MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL

DISUSUN OLEH :
  • Della Shahadati Yansah (201513500176), Dkk





FAKULTAS TEKNIK, MATEMATIKA DAN IPA
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA
2015




KATA PENGANTAR


Puji beserta syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa. Karena berkat rahmat, hidayahnya, penulis telas mampu menyelesaiakan sebuah makalah yang berjudul Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Pendidikan Ilmu Sosial dan Budaya dasar.
Sebagai makhluk individu  manusia merupakan bagian dan unit terkecil dari kehidupan sosial atau masyarakat dan sebaliknya sebagai makhluk sosial yang membentuk suatu kehidupan masyarakat, manusia merupakan kumpulan dari berbagai individu. Dalam menjalankan peranannya masing-masing dari kedua hal tersebut secara seimbang, maka setiap individu harus mengetahui dari peranannya masing-masing tersebut. Untuk itu, perlu kiranya penulis menulis sebuah makalah yang mengemukakan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hasil maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca.



Jakarta, 8 Oktober 2015



                                                                                                            Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................................  1
A.    Latar Belakang .................................................................................................................1
B.     Rumusan Masalah ...........................................................................................................2
C.     Tujuan Penulisan Makalah ..............................................................................................2
D.    Manfaat Penulisan Makalah ...........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................................  3
A.    Manusia sebagai makhluk individu ................................................................................ 3
B.     Peran dan fungsi manusia sebagai makhluk individu .................................................... 5 
C.     Manusia sebagai makhluk sosial ................................................................................... 6 
D.    Implikasi manusia sebagai makhluk sosial .................................................................... 7
E.     Peran dan fungsi manusia sebagai makhluk sosial ........................................................ 7
F.      Dinamika interaksi sosial ...............................................................................................13
G.    Faktor penyebab interaksi sosial ...................................................................................15
H.    Bentuk dan sifat interaksi sosial ................................................................................... 18 
BAB III PENUTUP .............................................................................................................. 22
A.    Kesimpulan ..................................................................................................................... 22 
B.     Saran.................................................................................................................................23 
C.     DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................24







BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pada dasarnya manusia adalah sebagai makhluk individu yang unik, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Secara individu juga, manusia ingin memenuhi kebutuhannya masing-masing, ingin merealisasikan diri atau ingin dan mampu mengembangkan potensi-potensinya masing-masing. Hal ini merupakan gambaran bahwa setiap individu akan berusaha untuk menemukan jati dirinya masing-masing, tidak ada manusia yang ingin menjadi orang lain sehingga dia akan selalu sadar akan ke individualitasan-nya.
Adapun hubungannya dengan manusia sebagai mahluk sosial adalah bahwa dalam mengembangkan potensi-potesinya ini tidak akan terjadi secara alamiah dengan sendirinya, tetapi membutuhkan bantuan dan bimbingan manusia lain. Selain itu, dalam kenyataannya, tidak ada manusia yang mampu hidup tanpa adanya bantuan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia hidup saling ketergantungan dan saling membutuhkan antara yang satu dengan lainnya.
Dari kedua hal diatas, manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial memiliki fungsi masing-masing dalam menjalankan peranannya dalam kehidupan. Sebagai makhluk individu  manusia merupakan bagian dan unit terkecil dari kehidupan sosial atau masyarakat dan sebaliknya sebagai makhluk sosial yang membentuk suatu kehidupan masyarakat, manusia merupakan kumpulan dari berbagai individu. Dalam menjalankan peranannya masing-masing dari kedua hal tersebut secara seimbang, maka setiap individu harus mengetahui dari peranannya masing-masing tersebut.Untuk itu,perlukiranya penulis menulis sebuah makalah yang mengemukakan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menginspirasi pembaca.









B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial ?
2.      Apa peran manusia sebagai makhluk individu dan sosial ?
3.      Apa saja kah implikasi manusia sebagai makhluk sosial ?
4.      Apa penyebab interaksi sosial,
5.      Apa saja bentuk dan sifat interaksi sosial?

C.    Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1.      Hakikat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial;
2.      Peran dan fungsi manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial;
3.      Dinamika interaksi sosial;
4.      Faktor penyebab interaksi sosial;
5.      Bentuk dan sifat interaksi sosial

D.    Manfaat Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan, baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengetahuan mengenai manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial , secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi :
1.      Penulis, sebagai penambah pengetahuan mengenai manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
2.      Pembaca, sebagai media informasi mengenai manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.


BAB II
PEMBAHASAN

A.                Manusia Sebagai Makhluk Individu

Dalam bahasa Latin individu berasal dari kata individuum, artinya yang tak terbagi. Dalam bahasa Inggris individu berasal dari kata in dan divided. Kata in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan divided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. Kata individu sendiri bukan berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan terbatas, yaitu perseorangan manusia, demikian pendapat Dr.A.Lysen.
            Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika salah satu dari unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi atau sudah tidak ada, maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Jadi, pengertian manusia sebagai makhluk individu juga mengandung arti bahwa unsur-unsur  yang ada dalam diri individu tersebut tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
            Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama, sekalipun orang itu terlahir secara kembar. Ciri seorang individu tidak hanya mudah dikenali lewat ciri fisik atau biologisnya, sifat, karakter, perangai, atau gaya,dan selera orang juga berbeda-beda.
Seorang individu  adalah perpaduan antara 2 faktor, yaitu faktor genotipe dan faktor fenotipe.
1)                  Faktor Genotipe
Faktor Genotipe adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir (faktor keturunan).
 Misalnya, secara fisik seseorang memiliki kemiripan atau persamaan ciri dengan orangtuanya, kemiripan atau persamaan itu bisa saja terjadi pada keseluruhan penampilan fisiknya, atau bisa juga hanya dibeberapa bagian tertentu saja. Begitu pula ada juga kemiripan sifat atau karakter kita dengan orangtua.




2)                  Faktor Fenotipe
Faktor Fenotipe adalah  faktor yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial.

ü    lingkungan fisik , seperti kondisi alam sekitarnya, baik itu lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan, maupun lingkungan yang bukan buatan seperti kondisi alam geografis dan iklimnya.
Contoh : Daerah yang datar, tanahnya subur, iklimnya baik, penduduknya berwatak halus, lemah lembut, dan santai, karena penduduknya tidak terbiasa bekerja keras, dan lebih mengutamakan harga diri. Sebaliknya, daerah yang berbukit-bukit, kurang subur, kurang air,dan gersang penduduknya mayoritas berwatak keras, karena mereka terbiasa bekerja keras dan lebih mengutamakan terpenuhinya kebutuhan pokok. Misalnya, masyarakat di negara Jepang mayoritas mempunyai sifat dan watak yang ulet , gigih, dan bekerja keras. Itu dikarenakan salah satu faktor kondisi alam di negara Jepang geografisnya bergunung-gunung, rawan terjadi gempa, dan lahan pertanian disana terbilang sangat sedikit.

ü    Lingkungan Sosial , merujuk pada lingkungan dimana seorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial lain yang lebih besar.
Contoh : Seseorang yang sehari-harinya bergaul dengan lingkungan temannya yang bekerja sebagai buruh kasar di sebuah proyek memiliki kebiasaan yang khas bagi kelompoknya. Begitu pula dengan orang yang lingkungan sosialnya berada dikelas atas seperti para sosialita, memiliki kebiasaan yang khas pula bagi kelompoknya.

Karakteristik yang khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian. Menurut Nursyid Sumaatmadja, Kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi biopsikofisikal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.
            Setiap orang memiliki kepribadian yang membedakan dirinya dengan orang lain. Kepribadian seseorang itu dipengaruhi faktor bawaan (genotipe) dan faktor lingkungan (fenotipe) yang saling berinteraksi terus menerus.


B.                 Peran Dan Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Hidup
Manusia sebagai makhluk individu berperan untuk mewujudkan hal-hal tersebut. Manusia sebagai individu akan berusaha :
a.      Menjaga dan mempertahankan harkat dan martabatnya
Manusia dilahirkan dengan harkat dan martabat yang sama. Perbedaannya hanya pada keyakinan, tempat tinggal, ras, suku. Dengan begitu kita harus saling menghargai perbedaan tersebut.
b.      Pengakuan dan penghargaan akan jaminan atas HAM
Pengakuan dan penghargaan itu diwujudkan dengan pengakuan akan jaminan atas hak-hak asasi manusia. Manusia memiliki hak-hak yang sama dan tidak boleh dihalangi oleh orang lain. Penghalang dari hak-hak dasar orang lain pada dasarnya merendahkan derajat kemanusiaan. Karena seorang individu pasti tidak mau harkat dan martabatnya di rendahkan, bahkan diinjak-injak oleh individu lain.
c.       Merealisasikan segenap potensi dirinya,baik potensi jasmani maupun rohani
Jasmani adalah badan yang bersifat kebendaan, dapat diraba, dan bersifat riil. Jiwa bersifat kerohaniaan, tidak berwujud, tidak bisa diraba, dan ditangkap oleh indra. Unsur jiwa terdiri dari tiga jenis, yaitu akal, rasa, dan kehendak.
d.      Memenuhi kebutuhan dan kepentingan diri demi kesejahteraan hidupnya.
Manusia membutuhkan kebutuhan sehingga membutuhkan kebutuhan jasmani dan rohani.Penekanan pada kepentingan diri memunculkan sifat individualistic dalam diri yang bersangkutan. Disamping itu, factor kepentingan diri tersebut juga menjadikan individu akan saling bersaing untuk hal tersebut.

Dalam hidup bermasyarakat, individu memberikan fungsi-fungsi positif, yaitu :
      Perlu dihargainya harkat dan martabat diri seorang manusia.
      Adanya jaminan akan hak dasar setiap manusia.
      Berkembangnya potensi-potensi diri yang kreatif dan inovatif
Misalnya seorang sarjana pendidikan memelopori gerakan bebas buta aksara. Namun demikian, dalam hidup kemasyarakatan, individu bisa menghasilkan fungsi-fungsi negatif, yaitu : Memiliki sifat individualistik dan egois lalu Persaingan yang terjadi dapat menjurus pada persaingan yang tidak sehat. Akibatnya, masyarakat akan tidak tertib, penuh persaingan, perseteruan, dan memaksakan masing-masing kehendak.


C.                Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial, bermula dari kemampuan yang terbatas timbullah sifat membutuhkan bantuan orang lain kemudian dengan sendirinya hidup ini memang harus bergaul dengan masyarakat  agar kesatuan sebagai individu ataupun sebagai warga negara bisa saling meringankan beban satu sama lainnya. Agar dinamika didalam kehidupan ini tidak terlalu berat untuk dijalani. Itulah mengapa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial.

Syarat-syarat Mahluk Sosial:
         Adanya aturan (Norma dan Adat Istiadat)
         Manusia tidak lepas dari pengaruh masyarakat, rumah, sekolah dan lingkungan lainnya
         Perilaku manusia dipengaruhi orang lain

Mengapa manusia disebut makhluk sosial?
         Perilaku manusia dipengaruhi orang lain
         Ada dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain
         Ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok
         Tidak bisa hidup kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia lainnya


Manusia Sebagai Makhluk Sosial, memiliki naluri untuk saling tolong menolong, setia kawan, rasa toleransi, simpati dan juga empati terhadap sesamanya. Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat yang baik, harmonis dan rukun, hingga saat berinteraksi itulah mengharuskan terciptanya norma dan etika yang harus dijaga selama proses berinteraksi dengan sesamanya. Bila dalam proses tersebut kita melanggar norma-norma dan etika kesopan santunan, maka akan timbulah penyimpangan-penyimpangan sosial.



D.                Imlpikasi Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Implikasi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah keterlibatan atau keadaan terlibat, misalnya manusia sbg objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial menjadikan manusia melakukan peran – peran seperti melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok, membentuk kelompok – kelompok sosial dan menciptakan norma norma sosial sebagai pengaturan tata tertib kehidupan kelompok. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki implikasi-ilmplikasi sebagai berikut:
1.      Kesadaran akan ketidakberdayaan manusia bila seorang diri.
2.      Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
3.      Penghargaan akan hak-hak orang lain.
4.      Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.

Contoh perilaku implikasi dari sudut pandang Ekonomi:
·         Membantu meminjamkan uang kepada teman atau keluarga yang sedang membutuhkan.
·         Produksi-Distributor-Konsumen
Contoh perilaku implikasi dari sudut pandang Politik:
·         Bermusyawarah atau memberikan arahan, misalnya ketua dalam suatu kelompok memberikan arahan-arahan kepada anggota nya.
Contoh perilaku implikasi dari sudut pandang Pendidikan:
·         Seorang guru mengajar pelajaran kepada murid – murid nya di dalam kelas.
Contoh perilaku implikasi dari sudut pandang Religi:
·         Seseorang ahli agama memberitahu atau memberi informasi kepada masyarakat tentang agama yang ia pilih sebagai pedoman hidupnya.



Pada dasarnya manusia tidak bisa bila mereka hidup sendiri di muka bumi ini. Semua manusia pasti membutuhkan orang lain untuk berkomunikasi dan sebagainya. Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial, yang artinya manusia senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan interaksi sosial membentuk kehidupan berkelompok pada manusia. Dalam dimensi individu muncul hak-hak dasar manusia, kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta menaati norma-norma yang berlaku di mayarakatnya.


E.                 Peran Dan Fungsi Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Peran memiliki arti kedudukan.Pada dasarnya manusia  itu makhluk individu dan sosial,selalu berinteraksi dengan orang lain.Berinteraksi dengan Tuhan dan berinterkasi dengan alam sekitar dari keluarga sampai masyarakat.Manusia sebagai makhluk sosial,artinya manusia tidak bisa hidup sendiri,harus ada bantuan dari orang lain.Jika manusia tidak berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia lainnya,maka orang tersebut belum bisa dikatakan manusia.Contoh :Ketika manusia dari lahir hingga masuk liang kubur selalu membutuhkan bantuan orang lain.
MENURUT AHNMAD MUBAROK ,2009 ADA 3 TEORI YANG DAPAT MEMBANTU MENERANGKAN MODEL DAN KWALITAS HUBUNGAN MANUSIA,SEBAGAI BERIKUT
1.      Teori transaksional (model pertukaran sosial)
Menurut teori ini,hubungan manusia antarmanusia(interpersonal) berlangsung secara transaksional,yang berarti masing-masing memperoleh keuntungan atau kerugian.Jika merasa memperoleh keutungan maka hubungan tersebut akan berjalanmulus.Sedangkan  hubungan memperoleh kerugian maka hubungan akan terganggu dan bahkan bisa menjadi perpecahan.Dalam praktiknya hubungan traksasional ini bermacam-macam sifatnya.Ada yaag  bersifat barter atau pertukaran langsung seperti jual beli di pasar,dan mal.Selain itu ada yang  bersifat kekeluargaan/kekerabatan seperti dalam adat jawa dengan sebutan “Sambatan”,dalam sambatan ini keluarga yang sedang menimpa musibah,kematian dan pernikahan,di bantu oleh keluarga atau saudara yang lain.Ada juga yang bersifat pertemanan/kesetiakawanan,mislnya dalam kehidupan perkotaan muncul komunitas-komunitas biker,pecinta bola,gojek.

2.      Teori Peran
Menurut tori ini,sebenarnya dalam pergaualan sosial sudah ada skenarionya yang disusun oleh masyarakat,yang mengatur apa dan bagaimana peran setiap manusia dalam kehidupanya.Dalam skenario ini sudah tertulis seorang presiden harus bagaimana,seorang guru harus bagaimana,dan seorang gubernur harus bagaimana.Demikian juga sudah tertulis peran apa saja yang di lakukan oleh suami,istri,ayah,ibu,menantu,mertua dan seterusnya.Teori ini juga mengatakan bahwa jika mematuhi skenario hidupnya akan harmonis,dan sebaliknya jika tidak mematuhi maka akan di cemooh masyarakat.Contoh : Menaati tata tertib yang berlaku di lingkungan keluarga,mayarakat,dan sekolah.
3.      Teori Permainan
Menurut teori ini ada 3 macam klasifikasi sebagai berikut :
1)      Anak-anak
Memiliki sifat manja,jika tidak di penuhi keinginannya akan nangis/ngambek,dan belum bisa bertanggung jawab.
2)      Orang dewasa
Memiliki sifat bertanggung jawab,sadar akan akibat dan resiko.Bisa membedakan yang benar dan buruk.
3)      Orang tua
Memiliki sifat selalu menyadari dan memaklumi kesalahan orang lain,dan menyayangi anak-ankanya.Biasanya dalam prinsip orang tua bisa mengayomi dan memenuhi kebutuhan sandang,papan,dan pangan,salaain itu juga  berperan dalam fungsi keamanan.

            Manusia memanga tidak bisa lepas dari hubungan orang lain.Dalam hubungan itu kita harus memahami peranan dan kedudukan masing-masing.Jangan sampai terjadi kesalahan,karena hal itu bisa membuat tidak harmonisnya hubungan kita dengan sesama manusia.


MENURUT TEORI GEORGE HERBERT MEAD,DALAM BUKU MIND,SELF,AND SOCIETY (1972) TEORI PERAN DI HUBUNGKAN DENGAN SOSIALISASI YANG BERLANGSUNG DALAM 3 TAHAP SEBAGAI BERIKUT :
ü  PLAY SATAGE
Menurut mead play stage adalah dimana anak kecil mengambil peranan orang-orang yang ada disekitarnya.Kemudian anak akan meniru peranan orangtua.Tetapi pada tahap ini anak masih belum memahami arti peran yang di tirunya itu.
Contoh :Meniru tata cara ayah berangkat kerja,tetapi disisi lain anak tidak mengetahui alasan untuk apa ayah kerja,dan apa aja yang dilakukan ditempat kerja.

ü  GAME STAGE
 Mengetahui peranan yang harus di jalankan dan  mengetahui peranan yang harus di               jalankan oleh orang lain dengan siapa dia berinteraksi.Selain bisa berperan dalam individu sendri tetapi harus bisa juga berperan dalam indivu lain.
Contoh :Doni  bisa berperan tugas menjadi tokoh protagonis,di sisi lain Doni harus bisa berperan menjadi tokoh antagonis.




ü  GENERALIZED OTHER
 Seseorang telah mampu mengambil peran orang lain yang berada dalam masyarakat,setelah adanya interaksi di masyarakat.Ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain,karena telah memahami peran sebagai individu sekaligus peran sebagai orang lain.Jika seseorang telah mencapai tahap ini,maka menurut Mead seseorang itu telah memiliki bentuk jati diri.
Contoh : Selaku anak ia telah memahami peran orang tua / guru.
               Selaku anggota gerakan pramuka anak telah memahami peran
   pembinanya.

 JADI DAPAT DI SIMPULKAN KE TIGANYA,BAHWA
Diri sendiri terbentuk karena adanya interaksi dengan orang lain,dan orang lain juga membutuhkan individu lain.
                                                                                                                                
1.      Peran Melakukan interaksi dengan manusia lain/kelompok
Maksudnya manusia berperan untuk berinteraksi antara individu dengan individu Individu dengan kelompok,kelompok dengan kelompok.
Contoh :
ü  Individu dengan individu : 2 anak R1C sedang membicarakan masalah tugas ISBD di kelas
ü  Individu dengan kelompok : Dalam proses pembelajaran di kelas,antara dosen dan mahasiswanya.
ü  Kelompok dengan kelompok : Class meeting




2.      Membentuk kelompok-kelompok sosial.
Hal ini berkaitan dengan fungsi manusia sebagai makhluk sosial yaitu melakuakan hubungan/interaksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat sampai membentuk suatu kelompok atau komunitas yang saling menguntungkan.
Contoh : Dalam kampus : Unitas matematika,BEM,KAMIL
               Dalam masyarakat :Kelompok ronda malam,kelompok remaja masjid
3.      Menciptakan norma-norma sebagai pengatur tata tertib kehidupan kelompok.
Dalam kehidupan berinteraksi  manusia memiliki fungsi untuk membuat sebuah aturan/patokan yang berfungsi untuk mengatur jalannya tata tertib yang berlaku sesuai dengan kesepakatan bersama individu yang lain.
Contoh : Membuat tata tertib lingkungan masyarakat dan sekolah



  








F.                 Dinamika Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan faktor utama dalam kehidupan sosial yang merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan timbal balik antar individu,antar kelompok manusia,maupun antara orang dengan kelompok manusia.Bentuk interaksi social adalah akomodasi,kerja sama,persaingan,dan pertikaian.
Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai pada saat saling menegur,berjabat tangan,persahabatan atau pun permusuhan, bisa dengan tutur kata, bahasa isyarat, tanpa kontak fisik, atau mungkin berkelahi.Aktivitas semacam itu merupakan bentuk interaksi sosial. Interaksi social hanya dapat berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi dari kedua belah pihak.Interaksi social tidak mungkin terjadi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap system sarafnya sebagai akibat hubungan yang di maksud.
Syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan komunikasi.Kontak sosial berasal dari bahasa latin,con atau cum artinya bersama-sama dan tango yang artinya menyentuh.Jadi,kontak sosial yang secara harfiah yang berarti bersama-sama menyentuh sedangkan komunikasi adalah proses memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yang berwujud pembicaraan,sikap,atau perasaan apa yang ingin di sampaikan orang tersebut.
Kontak social dapat terjadi dalam tiga bentuk,yaitu
1.      kontak antar individu,misalnya seorang siswa baru mempelajari tata tertib dan budaya sekolah.
2. kontak antar individu dengan suatu kelompok,contohnya pada    penyelesaian konflik di Dharfur,India melakukan pertemuan antar kelompok masyarakat dengan kelompok lain yang berusaha mendamaikan kedu belah pihak yang berkonflik.
3.   kontak antar kelompok dengan kelompok lain,misalnya interaksi antara seorang wasit sepak bola dan para pemain sepak bola yang bertanding.Wasit tersebut akan menghadapi para pemain sesuai tata cara atau peraturan yang berlaku.


Berlangsungnya interaksi social didasarkan atas berbagai factor,antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati. Dengan demikian,dinamika interaksi social yang terjadi dalam kehidupan social dapat beragam. Dilihat dari jenisnya ada interaksi antar individu ,interaksi individu dengan kelompok,dan interaksi antar kelompok.Dilihat dari factor penyebab, ada interaksi yang disebabkan oleh factor imitasi ,sugesti ,identifikasi ,simpati ,motivasi ,dan empati. Sedangkan jika dilihat dari sifat interaksinya ada interaksi yang asosiatif dan interaksi yang disasosiatif.
Interaksi social merupakan kunci dari semua kehidupan social, karena tanpa adanya interaksi social tidak mungkin adanya kehidupan bersama. Manusia sebagai makhluk social pasti melakukan interaksi social dalam kerangka hidup bersama.

Ciri-ciri sebuah Interaksi
  Pelakunya lebih dari satu orang
  Adanya komunikasi antar pelaku melalui kontak sosial
  Mempunyai maksud dan tujuan
  Adanya dimensi waktu yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung













G.                Faktor Penyebab Interaksi Sosial
Interkasi sosial dilandasi oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam diri manusia itu sendiri maupun faktor dari luar manusia. Faktor dari dalam manusia meliputi :
1.      Dorongan kodrati sebagai makhluk sosial
2.      Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
3.      Dorongan untuk mengembangkan diri dan memengaruhi orang lain melalui imitasi, sugesti, identifikasi, motivasi, simpati dan empati.
Factor dari luar manusia adalah dorongan rasa ingin tahu yang menyebabkan manusia berinteraksi dengan sesamanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya tersebut. Factor itu dapat berdiri sendiri, tetapi dapat juga berkaitan satu sama lain tergantung situasi dan kondisi.
1)      Imitasi
Imitasi adalah tindakan seseorang untuk meniru orang lain baik sikap, perbuatan, penampilan, dan gaya hidup. Menurut Chorus, imitasi terjadi bila ada minat terhadap objek atau subjek yang ditiru dan ada sikap menghargai, mengagumi, dan memahami sesuatu yang ditirunya itu. Misalnya seorang anak yang meniru kebiasaan orang tuanya.


2)       Sugesti
Sugesti adalah tindakan seseorang untuk memengaruhi orang lain agar menerima pandangan atau sikap yang dianutnya. Biasanya sugesti diterima tanpa adanya daya kritik. Dalam psikologi sugesti dibedakan menjadi dua :
Ø  Autosugesti, yaitu sugesti terhadap diri sendiri yang datang dari dirinya sendiri.
Ø  Heterosugesti, yaitu sugesti yang datang dari orang lain.
Contoh dari sugesti adalahseorang remaja mengkonsumsi narkoba karena ikut-ikutan dengan temannya.contoh lain adalah seseorang membeli pelembab muka tertentu karena ingin kulit wajahnya menjadi lebih putih. Iklan menjadi sumber sugesti yang dapat menggiring orang untuk dapat membeli produk tertentu.



3)      Identifikasi
Identifikasi adalah upaya yang dilakukan individu untuk menjadi sama dengan individu yang ditirunya, baik secara lahiriah maupun batiniah. Disini dapat mengetahui, bahwa hubungan sosial yang berlangsung pada identifikasi adalah lebih mendalam daripada hubungan yang berlangsung atas proses-proses sugesti maupun imitasi. Identifikasi dapat membentuk kepribadian seseorang. Misalnya, seorang remaja mengidentifikasi dirinya dengan seorang penyanyi terkenal yang dikaguminya. Atau contoh lain misalnya, seorang adik yang mengidentifikasikan diri dengan kakaknya yang lulus ITB dengan predikat cum laude. Adik tersebut mengidentifikasikan cara belajar, cara berpakaian, cara menggunakan waktu, bahkan cara berpikirnya dengan si kakak.


4)      Simpati
Simpati adalah proses kejiwaan  seorang individu yang merasa tertarik dengan individu atau kelompok. Rasa tertarik itu didorong oleh keinginan untuk memahami perasaan dan pikiran orang lain. Misalnya, ada seorang teman kita yang sedang berulang tahun lalu kita memberikannya ucapan selamat ulang tahun. Contoh lain misalnya ketika ada teman kita yang rumahnya kebanjiran, kita juga sedih dan berusaha membantunya.


5)      Motivasi
Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh yang diberikan individu kepada individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa, misalnya dari seorang ayah kepada anak, seorang guru kepada siswa. Contoh motivasi ialah seorang pengangguran yang diberikan motivasi dan semangat untuk mendapatkan pekerjaan untuk dapat mempertahankan hidupnya.






6)      Empati
Empati adalah  proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain. Empati lebih dalam pengaruhnya disbanding dengan simpati. Contohnya seorang ibu merasa sangat sedih karena anaknya sakit keras. Ia selalu membayangkan penyakit dan penderitaan yang dialami anaknya itu sehingga si ibu jatuh sakit.
            Berlangsungnya suatu interaksi yang didasarkan pada berbagai factor diatas, diantaranya imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, motivasi, dan empati. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam, factor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi nilai-nilai yang berlaku. Namun demikian, imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal-hal negative dimana yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang. Selain itu, imitasi juga dapat melemahkan bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang.




















H.                Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat bentuk pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertikaian untuk akhirnya sampai pada akomodasi.
  1. Bentuk Interaksi Sosial Menurut Jumlah Pelakunya
  1. Interaksi antara individu dan individu.
Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan kepada individu lainnya. Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap mungkin bertengkar.
  1. Interaksi antara individu dan kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok: Misalnya : Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak. Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
  1. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok
Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain . Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain
2.      Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya
Gillin and Gillin (1871-1958) pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada 2 macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
a)      Proses Asosiatif, terbagi dalam 3 bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
b)      Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi contravention dan pertentangan pertikaian.
Adapun bentuk interaksi sosial berdasarkan proses-prosesnya adalah:
1.      Bentuk Interaksi Asosiatif
Proses interaksi sosial yang mengarah kepada persatuan
a)      Kerja sama (cooperation)
Kerja sama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama ada 3 bentuk kerja sama, yaitu :
·         Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
·         Cooperation, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu carta untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
·         Coalition, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama
b)      Akomodasi (accomodation)
Akomodasi adalah proses penyesuaian dimana orang-orang atau kelompok-kelompok yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut dengan cara damai.
Adapun bentuk-bentuk akomodasi, di antaranya:
·         Coertion (koersi), yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan.
Contoh : perbudakan
·         Compromise (kompromi), yaitu suatu bentuk akomodasi di mana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
Contoh :
-          kompromi antara sejumlah partai politik.
-          Perjanjian antar negara tentang batas wilayah perairan.
·         Arbiration (arbitrasi), yaitu suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri.
Contoh : konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuhan (Depnaker) sebagai pihak ketiga.
·         Meditation (mediasi), yaitu suatu cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang netral, yang berfungsi sebagai penasihat dan tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan.
·         Conciliation (konsiliasi), yaitu suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu tujuan bersama.
Contoh : pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-perbedaan sehingga tercapai kesepakatan bersama.
·         Statlemate, yaitu suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang berkepentingan seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan.
·         Adjudication (adjukasi)¸ yaitu perselisihan atau perkara di pengadilan.
·         Toleration (toleransi), yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal. Contoh : Pada bulan puasa (Romadhon) umat yang tidak berpuasa, tidak makan di sembarang tempat.
c)       Asimilasi
Asimilasi adalah bercampurnya 2 kebudayaan dalam masyarakat setempat.
Contoh : dalam 1 negara terjadi asimilasi sehingga tercipta kebudayaan baru.
d)      Akulturasi
Akulturasi adalah proses masuknya kebudayaan asing yang mampu mempengaruhi masyarakat tertentu.
Contoh : candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaam India dan Indonesia.



2.      Bentuk Interaksi Disosiatif
Proses interaksi yang mengarah kepada perpecahan
a)      Persaingan (competition)
Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa menggunakan kekerasan.
b)     Kontraversi (contaversion)
Kontraversi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontaversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikannya dan kebencian terhadap kepribadian orang. Akan tetapi, gejala- gejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.
c)      Pertentangan (conflict)
Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan.
Pertentangan memiliki bentuk khusus, antara lain:
·         Pertentangan pribadi, pertentangan antar-individu.
·         Pertentangan rasional, pertentangan yang timbul karena perbedaan ras.
·         Pertentangan kelas sosial, pertentangan yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara kelas sosial.
·         Pertentangan politik, biasanya terjadi di antara partai-partai politik untuk memperoleh kekuasaan.






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari pembahasan SAP 2 ini kita bisa mengetahuai “Penjelasan, peran, fungsi, implikasi ,bentuk, dan sifat manusia sebagai mkhluk individu dan makhluk sosial”.
Manusia sebagai mkhluk individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan.manusia sebagai makhluk sosial memiliki sifat membutuhkan bantuan orang lain (interaksi soisal) dengan sendirinya hidup ini memang harus bergaul dengan masyarakat  agar kesatuan sebagai individu ataupun sebagai warga negara bisa saling meringankan beban satu sama lainnya. Manusia sebagai makhluk individu adalah manusia yang bebas dan merdeka tidak terikat apapun dengan masyarakat ataupun Negara. Manusia bisa berkembang dan sejahtera secara bebas untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Manusia sebagai makhluk sosial adalah dalam menjalani kehidupan manusia tidak mampu hidup sendiri pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Dalam hal ini, manusia sebagai individu memasuki kehidupan bersama dengan individu lainnya.
Peran manusia sebagai makhuk individu dan makhluk sosial adalah berinteraksi antara individu dengan individu,individu dengan kelompok,kelompok dengan kelompok,sampai membentuk suatu komunitas yang disebut fungsi manusia sebagai makhluk individu dan sosial.
Implikasi manusia sebagai makhluk sosial artinya keterlibatan manusia dalam berinteraksi dengan individu lain,melalui bentuk dan sifat asosiatif dan disasosiatif.
Bentuk interaksi ini disebabkan oleh faktorimitasi , sugesti , identifikasi , simpati, motifasi, dan empati.Sifat asosiatif ini meliputi kerjasama, akomondasi ,asimilasi, dan alkulturasi.Sedangkan sifat disasosiatif meliputi persaingan kontravensi dan pertentangan.



Dari pembahasan diatas penulis juga menyimpulkan bahwa hakikat dari manusia baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial memiliki hak-hak dasar dan kewajiban sebagaimana yang tercantum dalam pembahasan peranan manusia sebagai makhluk individu dan sosial.
Jadi, dalam dimensi individu manusia memiliki hak-hak dasar dalam menjalani kehidupannya maka dalam dimensi sosial ini, muncul kewajiban dasar manusia. Kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta menaati norma-norma yang berlaku di masyarakatnya.

B.     Saran

Kita sebagai manusia seharusnya dalam menjalani kehidupan harus menghargai diri sendiri dan orang lain,sehingga kedamaian dan persatuan akan tetap terjalin erat yang akan menimbulkan rasa saling ingin memberi dan menerima dari berbagai aspek kehidupan.
Tujuan dari manusia sebagai makhluk individu dan sosial adalah bisa mengembangkan potensi diri dan memiliki kehidupan bersosial yang baik dari mulai orang terdekat seperti keluarga maupun orang yang berada di sekitar kita.
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatas nya pengetahuan dan kurang nya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
 Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan
Terimakasih atas semua pihak yang telah membantu kami. Dari dosen, teman, dan semua pihak yang bersangkutan. Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk proses pembuatan makalah selanjutnya.





C.    Daftar Pustaka

-       Dr. Elly. M. Setiadi , M.Si , Drs. H .Kama A.Hakam , M.Pd. 2008 .Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta : Kencana
-       Drs.Herimanto , M.Pd ,M.Si , Winarno , S.Pd . ,M.Si .2014 . Ilmu Sosial dan Budaya Dasar . Jakarta : PT Bumi Aksara
-       Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, M.A. , Kholis Ridho, S.Ag., M.Si , Drs. H. Nurochim,M.M . Ilmu Sosial dan Budaya Dasar . 2010 . Jakarta : Kencana
-       M . Habib Mustopo . Ilmu Budaya Dasar .
-       Janu Murdiyatmoko , Citra Handayani . 2010 . Advanced Learning Sociology 1 . Bandung : Grafindo Media Pratama
-       Drs. Hermanto ,dkk.