Selasa, 17 Juni 2014

SEBUAH PENANTIAN...



Awalnya aku gak pernah befikir akan hal ini.
Awalnya aku gak pernah menyangka ini akan terjadi.
Awalnya aku biasa-biasa aja.
Awalnya aku gak pernah takut.
Awalnya aku gak pernah merasakan kata tunggu atau menunggu.
Awalnya aku tidak tahu kata menanti.
Duluuuuu... waktu tak begitu penting untuk-ku.
Duluuuuu... semuanya terasa mudah, indah, dan tak jadi masalah.
Duluuuuu... setiap hari dan detik-ku, ku lalui bersamamu.
Duluuuuu... semuanya gak sesulit sekarang:’)
Andai kamu tau aku sangat menyayangi kamu.
Andai kamu tau aku selalu rindu kata DULU.
Andai kamu tau aku selalu menunggumu, menantimu tanpa kata lelah.
Andai kamu tau disetiap detik hari yang ku lalui selalu mengalir namamu.
Andai kamu tau dengan siapapun aku dimana selalu ingat kamu.
Andai kamu tau disetiap do’a-ku selalu terselipkan namamu.
Andai kamu tau setiap tetesan ini hanya untuk kamu.
Aku kangen centilnya kamu.
Aku kangen genitnya kamu.
Aku kangen tengilnya kamu.
Aku kangen dipeluk kamu.
Aku kangen digandeng kamu.
Aku kangen bahu kamu.
Aku kangen ceramah kamu.
Aku kangen di setiap detiknya aku lalui aku kangen kamu aku rindu kamu aku sayang kamu abang:’(
Jodoh emang gak akan ada yang tau? tapi yang aku tau kamu sayang aku, dan aku sayang kamu.
Kamu yang sedang berjuang untuk negara, aku pun akan ikut berjuang menahan rasa rindu dengan penantianku.
Aku gak pernah minta jadi seorang pacar anggota, tapi takdir t’lah menuntunku ke jalan yang t’lah ditentukan dan yang t’lah aku pilih dengan sejuta konsekuensi yang tidak pernah aku ketahui saat awalku mengenalmu.
Kini cerita demi cerita mulai membiasakan aku mengenal kata sendiri, walaupun aku belum sepenuhnya sendiri. Abangku belum penempatan. Mungkin beberapa bulan atau minggu lagi aku akan mengenal kata itu.
Entah kata BISA atau TIDAK BISA?? Entah kata MENANTI atau MENYERAH pada akhir cerita nanti??
Semuanya hanya Allah yang tau, dan aku yang akan terus berusaha , berdo’a, dan terus bertarung melawan rasa yang kamu dan aku tak pernah inginkan.
SEBUAH PENANTIAN.

Jumat, 13 Juni 2014

APAKAH AKU BISA???

APAKAH AKU BISA terus menjadi aku ?
APAKAH AKU BISA terus menjadi seperti yang kamu mau ?
APAKAH AKU BISA terus seperti ini ?
APAKAH AKU BISA sejalan dengan ingin-ku ?
APAKAH AKU BISA terus begini ?
APAKAH AKU BISA terus menunggu ?
APAKAH AKU BISA terus menanti ?
APAKAH AKU BISA terus berharap ?
APAKAH AKU BISA sendiri ?
APAKAH AKU BISA belajar ?
APAKAH AKU BISA berjalan sendiri ?
APAKAH AKU BISA melangkah sendiri ?

APAKAH AKU BISA tanpamu berdiri sendiri berjalan tanpa cahaya, menanti menahan mengharap datangnya kembali cahaya yang aku nantikan, yang aku rindukan menjemput kembali sinar bintang yang dulu ada di setiap detikan waktu berputar dalam hari-ku.

APAKAH AKU BISA kembali seperti bintang?
TIDAK!! Yaaaa......... Aku Tidak Bisa!!
Jangankan seperti bintang yang kau mau, menjadi seperti purnama pun sulit bagiku.
Awan yang kini ada tlah berbeda. Tak seperti duluu!!
Kini mendung, kini gelap, kini murung, kini menutupi sinar yang ada.

APAKAH AKU BISA memberikan sinar yang ku punya di tengah seribu kebimbangan yang menerpa, yang datang silih berganti, yang memberikan satu-persatu pertanyaan yang tak pernah ku inginkan namun harus ku terima?

Bertanya.....???
Pada siapa aku harus melemparkan seribu pertanyaan tentang kebimbangan ini ?
Pada siapa aku bisa menyandarkan sejenak tubuhku saat kubuthkan sinar, dan saat pertanyaan-pertanyaan ini buat cahaya bintang meredup dan membasahi bumi ?

APAKAH AKU BISA mengalahkan musim hujan dengan sinarku?
Menanti...Menunggu...Menanti...Menunggu...Menanti...Menunggu...Menanti...Menunggu...Dewa Neptunus datang menghapus musim hujan ini.
Yaaaa!! Kini bukan lagi tentang APAKAH AKU BISA. Tapi.....AKU HARUS BISA!!!