APAKAH AKU BISA terus menjadi aku ?
APAKAH AKU BISA terus menjadi seperti yang kamu mau ?
APAKAH AKU BISA terus seperti ini ?
APAKAH AKU BISA sejalan dengan ingin-ku ?
APAKAH AKU BISA terus begini ?
APAKAH AKU BISA terus menunggu ?
APAKAH AKU BISA terus menanti ?
APAKAH AKU BISA terus berharap ?
APAKAH AKU BISA sendiri ?
APAKAH AKU BISA belajar ?
APAKAH AKU BISA berjalan sendiri ?
APAKAH AKU BISA melangkah sendiri ?
APAKAH AKU BISA tanpamu berdiri sendiri berjalan tanpa cahaya, menanti menahan mengharap datangnya kembali cahaya yang aku nantikan, yang aku rindukan menjemput kembali sinar bintang yang dulu ada di setiap detikan waktu berputar dalam hari-ku.
APAKAH AKU BISA kembali seperti bintang?
TIDAK!! Yaaaa......... Aku Tidak Bisa!!
Jangankan seperti bintang yang kau mau, menjadi seperti purnama pun sulit bagiku.
Awan yang kini ada tlah berbeda. Tak seperti duluu!!
Kini mendung, kini gelap, kini murung, kini menutupi sinar yang ada.
APAKAH AKU BISA memberikan sinar yang ku punya di tengah seribu kebimbangan yang menerpa, yang datang silih berganti, yang memberikan satu-persatu pertanyaan yang tak pernah ku inginkan namun harus ku terima?
Bertanya.....???
Pada siapa aku harus melemparkan seribu pertanyaan tentang kebimbangan ini ?
Pada siapa aku bisa menyandarkan sejenak tubuhku saat kubuthkan sinar, dan saat pertanyaan-pertanyaan ini buat cahaya bintang meredup dan membasahi bumi ?
APAKAH AKU BISA mengalahkan musim hujan dengan sinarku?
Menanti...Menunggu...Menanti...Menunggu...Menanti...Menunggu...Menanti...Menunggu...Dewa Neptunus datang menghapus musim hujan ini.
Yaaaa!! Kini bukan lagi tentang APAKAH AKU BISA. Tapi.....AKU HARUS BISA!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar