Awalnya aku gak pernah befikir akan hal ini.
Awalnya aku gak pernah menyangka ini akan terjadi.
Awalnya aku biasa-biasa aja.
Awalnya aku gak pernah takut.
Awalnya aku gak pernah merasakan kata tunggu atau menunggu.
Awalnya aku tidak tahu kata menanti.
Duluuuuu... waktu tak begitu penting untuk-ku.
Duluuuuu... semuanya terasa mudah, indah, dan tak jadi
masalah.
Duluuuuu... setiap hari dan detik-ku, ku lalui bersamamu.
Duluuuuu... semuanya gak sesulit sekarang:’)
Andai kamu tau aku sangat menyayangi kamu.
Andai kamu tau aku selalu rindu kata DULU.
Andai kamu tau aku selalu menunggumu, menantimu tanpa kata
lelah.
Andai kamu tau disetiap detik hari yang ku lalui selalu
mengalir namamu.
Andai kamu tau dengan siapapun aku dimana selalu ingat kamu.
Andai kamu tau disetiap do’a-ku selalu terselipkan namamu.
Andai kamu tau setiap tetesan ini hanya untuk kamu.
Aku kangen centilnya kamu.
Aku kangen genitnya kamu.
Aku kangen tengilnya kamu.
Aku kangen dipeluk kamu.
Aku kangen digandeng kamu.
Aku kangen bahu kamu.
Aku kangen ceramah kamu.
Aku kangen di setiap detiknya aku lalui aku kangen kamu aku
rindu kamu aku sayang kamu abang:’(
Jodoh emang gak akan ada yang tau? tapi yang aku tau kamu
sayang aku, dan aku sayang kamu.
Kamu yang sedang berjuang untuk negara, aku pun akan ikut
berjuang menahan rasa rindu dengan penantianku.
Aku gak pernah minta jadi seorang pacar anggota, tapi takdir
t’lah menuntunku ke jalan yang t’lah ditentukan dan yang t’lah aku pilih dengan
sejuta konsekuensi yang tidak pernah aku ketahui saat awalku mengenalmu.
Kini cerita demi cerita mulai membiasakan aku mengenal kata
sendiri, walaupun aku belum sepenuhnya sendiri. Abangku belum penempatan.
Mungkin beberapa bulan atau minggu lagi aku akan mengenal kata itu.
Entah kata BISA atau TIDAK BISA?? Entah kata MENANTI atau
MENYERAH pada akhir cerita nanti??
Semuanya hanya Allah yang tau, dan aku yang akan terus
berusaha , berdo’a, dan terus bertarung melawan rasa yang kamu dan aku tak
pernah inginkan.
SEBUAH PENANTIAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar