Rabu, 09 Juli 2014

Terpilih Dipilih atau Memilih

Seperti pohon kelapa yang selalu mengikuti arah angin
Seperti layangan yang bergantung pada angin
Seribu bahasa Seribu cerita Seribu tetesan air mata kupunya
Seperti berjalan di seutas tali yang rapuh

Tak peduli kau siapa Tak peduli dia siapa
Tak peduli suara siapa Tak peduli dari mana
Desiran ombak yang memecah kesunyian purnama
bagaikan membangunkan harimau saat ia terlelap

Beribu tetesan tak kau hiraukan tak kau pikirkan
Biarkan mengalir sampai dihentikan
Namun sampai kapan terus mengalir ? Sampai habis? Sampai hilang dari peradaban
Sampai bintang tak lagi terlihat, sampai bulan tak lagi menerangi bumi, Iya ?

Terpilih bukan inginmu
Terpilih bukan salahmu
Dipilih bukan inginku
Dipilih bukan kemauanku
Memilih bukan paksaan
Memilih bukan pilihan

Jadikan bintang tetap ada, tetap bersinar, tetap ada walaupun hujan
Jadikan bulan yang selalu menemani sang malam
Jadikan mentari yang selalu ada di tiap hari
Jadikan suara ombak yang selalu menemani deburan ombak





Tidak ada komentar:

Posting Komentar